Dendam Inggris terhadap Kroasia atas tersingkirnya dari ajang EURO 2008 sudah terbalaskan. Inggris akhirnya membantai Kroasia di depan publik mereka sendiri. Sebagai pendukung tim sepakbola Inggris tentu saya senang mendengar berita ini. Tapi perjuangan belum berakhir masih banyak tantangan yang harus dihadapi demi meraih gelar dunia. Bravo, Tim Inggris! Selamat atas kemenangan yang diraih atas korea
Seperti yang dilansir kabarbola.com melalui harian Kompas :
Inggris berhasil membalas kekalahan dari Kroasia di kualifikasi Piala Eropa 2008 lewat kemenangan telak 4-1 pada kualifikasi Piala Dunia 2010. Theo Walcott bermain cemerlang di pertandingan tersebut dengan mencetak tiga gol
Setelah unggul satu gol di babak pertama, Inggris mendapat keuntungan karena pemain Kroasia, Robert Kovac diganjar kartu merah karena menyikut kepala Joe Cole di menit ke-52. Unggul jumlah pemain, pasukan Fabio Capello leluasa menggerayangi daerah pertahanan tim “Papan Catur” Kroasia.
Hasilnya langsung terlihat di menit ke-59 ketika Walcott kembali membobol gawang Pletikosa. Empat menit kemudian, giliran Wayne Rooney merobek gawang tuan rumah lewat tendangan keras dari luar kotak penalti.
Inggris sebetulnya menambah satu gol lagi lewat tendangan Frank Lampard di menit ke-76. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena menganggap Ashley Cole sudah berdiri offside sebelum memberi umpan kepada Lampard.
Meski unggul tiga gol, John Terry dkk tak mau berhenti menekan lawan. Keasyikan menyerang, Inggris justru kebobolan lewat serangan balik dari Darijo Srna pada menit ke-78. Pemain dari klub Shakhtar Donetsk itu mengangkat kaki ke atas dan nyaris mengenai kepala Terry di lapangan tengah, lalu membawa bola ke jantung pertahanan Inggris. Begitu mendekati gawang, Srna melepas umpan silang ke depan gawang dan Mario Mandzukic tinggal melesakkan bola ke gawang David James.
Perlawanan Kroasia ternyata mandek di situ karena Inggris kembali memperbesar keunggulan lewat Walcott pada menit ke-82. Pemain berusia 19 tahun tersebut berhasil lepas dari tempelan pemain lawan dan menaklukkan Pletikosa yang mencoba mencegatnya di kotak penalti.
Performa Theo Walcott ketika Inggris membekap Kroasia 4-1 dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2010, Kamis (11/9) dini hari WIB, memang sangat memukau. Striker berusia 19 tahun tersebut mencetak hat-trick sekaligus menjadi inspirator bagi The Three Lions untuk membalas sakit hatinya kepada lawannya tersebut.Tak ayal, John Terry memberikan pujian. Kapten Inggris tersebut mengakui, Walcott yang membuat hat-trick pertama bagi Inggris setelah Michael Owen melakukannya di Munich pada kualifikasi Piala Dunia 2002, memang bermain luar biasa. Jika striker Arsenal itu bisa mempertahankan penampilan, bukan tak mungkin posisi di lini depan akan disegelnya.
“Pada 10 atau 15 menit pertama melawan Andorra, dia memang sudah menunjukkan tanda-tanda bakal bersinar dan itu dia tunjukkan lagi pada pertandingan ini. Dia membuat bek kiri lawan harus bekerja keras,” ungkap Terry kepada Setanta Sports, usai pertandingan.
“Dia baru saja memberikan manajer makanan untuk disantap malam ini. Jika dia konsisten bermain seperti itu, dia akan mempertahankan posisinya. Kredit patut diberikan kepada anak muda itu, dia masih muda dan telah melangkah maju… Dia memberikan kami sebuah pajangan yang indah,” tambah bek Chelsea tersebut.
Meskipun demikian, Terry tetap memberikan peringatan kepada rekan-rekannya. Dia berharap, para pemain Inggris tak terlena oleh kemenangan besar di Zagreb itu yang membuat Inggris bisa membalas kekalahan 0-2 di pentas kualifikasi Piala Eropa 2008 lalu.Ya, Inggris memang masih menjaga rekor 100 persen menang. Tetapi perjalanan di babak kualifikasi Piala Dunia 2010 ini masih sangat panjang, karena saat ini mereka baru memainkan dua partai.Dalam laga tersebut, Inggris bermain sangat gemilang. Mereka terus memberikan tekanan yang membuat barisan belakang tuan rumah kelabakan dan terpaksa melakukan pelanggaran keras, termasuk yang dilakukan Robert Kovac kepada Joe Cole pada awal babak kedua, sehingga dia langsung diganjar kartu merah.
Pelatih Inggris, Fabio Capello sedang berbunga-bunga saat ini, kemenangan telak 4-1 atas Kroasia sungguh membuat perasaannya melambung tinggi. Pelatih asal Italia itu terkejut dengan skor besar tersebut, tapi tidak demikian halnya dengan penampilan para pemain.Capello memang sudah memprediksikan bahwa timnya akan bermain penuh percaya diri. Itu terlihat dari kerja sama antarpemain yang terjalin erat sejak dari lini belakang hingga depan. Ini sangat berbeda dari penampilan mereka saat melawan Andorra di Wembley, Sabtu (6/9).
“Hasilnya, ya (mengejutkan) tapi penampilan pemain tidak. Saya bicara kemarin bahwa saya memiliki kepercayaan diri yang besar pada diri pemain dan kami bekerja keras selama sepuluh hari bersama-sama dalam latihan dan setiap momen,” kata Capello. “Kami bermain sebagai sebuah tim, sangat kompak dan ini sangat penting.”
Pada penampilan tersebut, Capello langsung menurunkan Theo Walcott dan Emile Heskey sebagai starter. Perpaduan keduanya dan Wayne Rooney terbukti membuahkan hasil indah karena Walcott akhirnya mencetak tiga gol dan Rooney mempersembahkan sisanya.
“Saya memutuskan menaruh Theo di tim utama karena apa yang saya lihat saat lawan Andorra dan juga selama latihan. Secara psikologis dan fisik, dia sedang fantastis dan dia sangat berbahaya bagi defender lawan,” tambah Capello.
Meski puas dengan hasil di Zagreb tersebut, Capello hendak mengingatkan para pemain bahwa perjalanan mereka masih panjang. Baginya, kemenangan pada satu pertandingan belumlah usai karena penampilan berikutnya bisa saja berbeda. Untuk itu, Capello meminta agar pemain tetap menjaga performa mereka termasuk Walcott.
Sementara itu, pelatih Kroasia, Slaven Bilic mengakui timnya terkejut dengan permainan kompak Inggris yang mempertontonkan kemampuan individual dan bakat besar sebagai tim favorit juara. Menurutnya, pemain Kroasia bermain sangat terbuka, tapi gol kedua membuyarkan segalanya.
“Permainan berlangsung sangat terbuka, menurut saya, hingga gol kedua terjadi. Kami memiliki beberapa peluang di babak pertama tapi kemudian kami kebobolan gol pertama akibat kesalahan pemain kami,” kata Bilic.
“Kami katakan di babak kedua kami memiliki sejumlah peluang dan kami harus menjaga semangat, menjaga tekanan kepada mereka. Namun, kami kehilangan seorang pemain (Robert Kovac) dan mereka mencetak gol dua menit sesudahnya. Itu akhir bagi kami dan bisa jadi lima gol di akhir pertandingan,” tambahnya.
Pada pertandingan itu, Kovac diusir wasit karena menyikut kepala Joe Cole hingga berdarah. Meski Bilic menyebutnya sebagai kecelakaan, insiden tersebut membuat Cole harus mendapat perawatan khusus saat ditandu keluar lapangan.
sumber gambar:
- http://www.kabarbola.com/data/berita/1191
- walcott: http://www.kabarbola.com/data/bintang/14





1 Komentar
September 22, 2008 pukul 9:15 am
..hehe.. long live the king.. !!.. omong2 soal piala eropa, aq masih keukeuh dukung Turki..