Bismillahirrahmanirraahim,
Qur’an Surah Luqman:
13. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”
Saudara-saudaraku dimanapun kalian berada saat membaca postingan ini, mari kita sempatkan untuk membuka qur’an yang kita punyai dan mulai merenungi isinya, walaupun itu baru dimulai hanya pada satu ayat,,
Saya menjadi teringat ketika belajar agama islam saat duduk di sekolah menengah salah satunya adalah tentang Dosa-dosa besar, dan salah satu dosa yang paling besar dan tidak diampuni oleh-Nya (jika kita tidak bertaubat) ialah dosa syirik, yakni mempersekutukan Allah. Adapun dalil yang menguatkan betapa besar dan buruknya dosa ini adalah:
Qur’an Surah An-Nisa:
116. Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.
Qur’an Surah Az-Zumar:
65. Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.
Qur’an Surah Al-An’aam:
151. Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim.
Semoga Allah menjauhkan kita semua dari dosa syirik ini. Dosa ini merupakan dosa yang tidak bisa diampuni, maksudnya dosa syirik itu tidak bisa diampuni adalah bila seseorang melakukan perbuatan syirik dan mati bersama dosa itu tanpa pernah bertaubat sebelumnya. Bedanya dengan dosa selain syirik adalah bahwa dosa itu bila terbawa sampai mati tanpa bertaubat sebelumnya, masih ada kemungkian diampuni Allah SWT. Misalnya dengan ditebus dengan amal-amal kebajikan yang dimilikinya, atau orang tersebut di akhirat nanti mendapatkan syafa’at dari Rasulullah SAW, sehingga dosa-dosanya diampuni dan yang bersangkutan tidak perlu diazab di neraka. Semua itu mungkin saja terjadi sehingga dikatakan bahwa dosa selain syirik akan diampuni di akhirat. Namun bila dosa yang dibawa mati itu adalah dosa syirik, maka dosa itu tidak bisa ditebus atau diampuni di akhirat. Maka yang bersangkutan harus mendapatkan siksa yang nyata-nyata pedih. Itulah maksud bahwa dosa syirik itu tidak bisa diampuni, Na’udzubillahimindzalik!
Oleh karena itu, marilah kita mulai dari sendiri untuk menghindari dosa syirik ini. Mari kita tinggalkan kebiasaan buruk seperti meyakini jimat memberi perlindungan, meyakini berdoa dikuburan orang-orang shaleh agar di doakan dapat terkabul dan lain sebagainya, yang dapat mempersekutukan kita kepada-Nya. Itu semua adalah syirik yang dapat membawa pelakunya terseret ke neraka-Nya!
Coba kita renungi ayat-ayat berikut ini:
Qur’an Surah Al-Baqarah:
186. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
Qur’an Surah Ar-Ra’d:
14. Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) doa yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya. Dan doa (ibadat) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka.
Hanya Dialah yang patut kita sembah. Hanya kepada-Nyalah sejatinya kita meminta bantuan, memohon perlindungan. Mari kita kembalikan segalanya kepada Allah. Ingat Allah itu Maha Melihat, Maha Mendengar, dan Maha Mengetahui.
Jika Anda telah memiliki seorang anak tanamkanlah sejak dini kepada anak Anda untuk tidak mempersekutukan Allah dengan suatu apapun jua. Seperti yang telah diabadikan di dalam Al Quran, Ketika Luqman memberikan pelajaran pada anaknya, dan yang pertama disebutkan dalam Al Quran adalah: “Yabunayya laatusyrik billah (Wahai anakku janganlah engkau mempersekutukan Allah).” Jadikan ini sebagai pendidikan awal bagi sang anak agar dapat menjadi akar aqidah yang kuat pada dirinya dalam beriman kepada Allah.
sumber gambar:
http://www.chcor.org/images/site/nav_images/nav_image_father_and_son.jpg
ttp://asosiasi.org/tbk/wp-content/uploads/2008/03/mengenal_allah.jpg






& Komentar
November 12, 2008 pukul 8:54 am
Wa Qul, Allahu Akbar, Laailaahaillallahuallahuakbar !
hehehhe…
blog ku dah tak update loh…
AZHARI NANGGEP:
akhirnya diapdet juga
November 13, 2008 pukul 5:38 am
The ngaren azbul bisa nulis ginian
AZHARI NANGGEP:
MAs Sony juga boleh ikutan Nulis yang kayak ginian koq, Yuk!
November 14, 2008 pukul 11:34 pm
Dah mau nikah ya??
Nah, pelajaran pertama bwt anakmu. Hehehehe….
AZHARI NANGGEP:
Insya Allah
November 15, 2008 pukul 11:56 am
Memang tarbiyah untuk anak sangat sangat esensi dalam islam. Kedua orang tua menjadi penaggung jawab demi terlaksananya pendidikan yg baik buat anak2nya…
nice post brother..
salam kenal
AZHARI NANGGEP:
Jazakallah akhi
salam kenal juga