Alhamdulillah AACKMyBP sudah dapat di update lagi, demi memenuhi tuntutan pembaca dengan terpaksa kisah ini kemudian dilanjutkan. Hehehe… gak dink, bukan karena terpaksa tapi karena saya benar-benar ingin menuliskannya.
Bagi yang belum mengetahui kisah sebelumnya bisa mengklik ini atau ingin tahu kisah perdananya tinggal klik saja.
Hmm.. kali ini mau dimulai dari mana ya?
Langsung aja deh menuju acara pembukaan di Sekolah itu… Saya agak seperti kuburan dalam hal ini, alias lupa-lupa ingat apa saja yang terjadi waktu acara pembukaan, pokoknya setelah itu kita digiring kekelas masing-masing — emang gembalaan kali digiring
– Disambut senyum manis dan salam dari kakak kelas yang nampak ramah.
Saya masuk dikelas X-xxxxx(censored) disana sudah menunggu anak-anak lainnya. Pembaca diharapakan memahami perasaan penulis saat itu yang teramat minder karenanya ia gundah gulana terus pengen pipis,
Masya Allah ini anak-anak saringan Unggulan di Sekolah Unggulan! Saya bisa Apa????
to be continued, insya Allah…
Empati
“Maaf para pembaca sekalian ceritanya dimajukan, ketika menjelang saya lulus sekolah ^^v”
jump to….
Saya sedikit mau curhat sebenarnya. Dulu, dia ada masalah dengan sahabat dekat saya. Ceritanya waktu itu kita sepulang dari acara bermalam satu kelas untuk motivasi lulus Ujian Nasional dan Ujian Masuk PT impian. Waktu itu ada sedikit masalah ketika Hpnya temen deket saya itu kebawa ama dia, atau sebaliknya yahh… eh koq saya jadi lupa %)
Pokoknya begitu dah.. entah HP siapa yang terbawa. Yang jelas dia tuh jengkel ama temen deket saya. Itu karena dia merasa niatan menolong teman saya itu untuk mengembalikan HPnya tapi kooq malah dia yang kena marah olehnya. Sehingga dia datang pada saya untuk meminta pendapat tentang sifat teman dekat saya yang bisa sampai segitu menjengkelkannya.
Nah ini dia posisi saya saat itu saya adalah sebagi seorang teman dari orang sedang dijengkelinya sedangkan dia sebagai orang yang saya sukai, atau tepatnya cintai, hal ini dikombinasikan kalok saya itu jan bener-bener gak-tau-mau-berbuat-apa oleh sebab itu, inilah yang menjadi judul dari serial kisah ini.
Saya tidak bisa sama sekali mengambil keputusan. Berat memang, sahabat atau dia. Saya memilih diam yang bikin saya salah tingkah yang membuat dia nampaknya kecewa karena tidak dapat diandalkan. Tapi sungguh saya tidak tau mau berbuat apa.
Jika saja saya ini tipe orang yang terang-terangan dalam hal cinta tentu saja saya akan menghibur dia memberi dia solusi, menepuk pundaknya lembut (haiah yang ini mulai ngaco), bahwa semua akan baik-baik saja.
Akan saya terangkan bahwa memang seperti itulah sifat sahabat saya bukan karena ia membenci dia atau sengaja membuat jengkel. Itu memang sifat istimewa darinya, yaitu mempertahankan dan teguh akan sikapnya. Itu saja
Andai saja aku bisa berempati kepada dia,

Saat dia sedih, saya akan ada buat dia untuk membuat dia tersenyum.
Saat dia bahagia, saya akan menambah kegembiraannya dan ikut tertawa bersamanya
Saat dia meraih keberhasilan, saya akan menjadi orang pertama yang memberi dia selamat
Saat dia marah, saya ada buat dia untuk menenangkan hatinya
Saat dia takut, saya akan ada disampingnya untuk membuat dia tetap merasa aman
…
Saat dia butuh, saya ada untuk dia
Andai saja saya adalah yang hak dan halal bagi dia.
***
Sumber gambar diambil di:
http://mujahidah88.files.wordpress.com/2008/07/ikhwan-n-akhwat.jpg





AeArc berkata,
Juli 22, 2009 pada 7:13 pm
wah.. gambar cowoknya norak amat.. wkwkwkwwk =))
Elsa berkata,
Juli 25, 2009 pada 8:36 am
Wah, cuakeeep bgt.
Didien® berkata,
Juli 27, 2009 pada 11:36 am
Ikutan 4th IBSN award yuk..
Informasi dan ketentuan silahkan baca di sini
IBSN= Karena Berbagi Tak Pernah Rugi..
Trimakasih…^_^
Didien® berkata,
Juli 27, 2009 pada 11:36 am
gambarnya lucu euy…hehehe
salam,